Selasa, 27 Agustus 2013

Masak Omelet Kukus



‘Masak, masak sendiri
 Makan, makan sendiri
 Cuci baju sendiri
 Tidurpun sendiri….’
Terpaksa deh jadi Caca Handika (penyanyi dangdut waktu gue masih kecil), karena istri masih di kampung. Hari ini pulang kerja capek. Pasti ntar males keluar buat beli makanan. Buka kulkas ‘sreeet’ masak aja deh yang praktis aja. Memanfaatkan bahan-bahan yang ada di kulkas. Sejenak berimajinasi, mau masak apa yang praktis n pastinya maknyus.
Aha…………. Sssttttt jangan lebay deh, wkwkwkwkw. Bikin omelet kukus aja. Omelet kok dikukus?. Namanya juga imajinasi hehehe.
Bahan-bahannya:
Telur 2 butir
Bawang putih 1 siung
Daun bawang 1 batang
Wortel 3 ruas jari
Keju spread 2 sendok makan
Daging ayam matang satu iris ( optional yang ini, namanya juga memanfaatkan bahan yang ada)
Cabai merah 2 biji
Merica sedikit
Garam sedikit
Cara Membuat:
Kocok telur dan keju sampai hancur dan rata
Cincang bawang putih, daun bawang,cabai, wortel dan daging ayam dan masukkan dalam kocokan telur
Tambahkan merica dan garam, untuk garam sedikit saja karena rasa keju sudah asin
Kemudian kukus selama 15 menit, kalo gue sih ngukusnya dalam megic com, sekalian masak nasi hehe.
Omelet kukus bergizi siap disantap :-)

Selasa, 20 Agustus 2013

MADIUN - CIKARANG BERSAMA SI BEBEK BANDEL



Dua minggu, dan akhirnya libur lebaran tahun ini telah usai. Tanggal 19 besok sudah mulai masuk kerja. Sebenarnya tanggal 13 sudah masuk, tapi berhubung adik ipar mau nikahan dan cuti habis terpaksa deh ‘itb’ ijin tak dibayar. Bingung mau berangkat balik ke Cikarang kapan. Kalau hari kamis (15/08) rasanya masih capek rabu baru pulang dari Jogja dan motor belum ganti oli. Kalau hari Jum’at (16/08) susah akses jum’atan dalam perjalanan. Kalau berangkat Sabtu, ntar istirahat sebelum kerja sedikit. Bingung tapi akhirnya diputuskan hari Jum’at berangkat setelah jum’atan. Padahal biasanya berangkat dari Madiun ke Cikarang setelah subuh untuk menghindari teriknya panas matahari.
bebek bandel
Yups sekitar jam satu siang semua perlengkapan siap. Si bebek bandel sudah kinclong. Tas penuh dengan oleh-oleh. Perlengkapan biker sudah lengkap jaket, rompi, sepatu, sarung tangan, masker serta helm full face. Dan setelah pamitan pada seluruh keluarga, aku melaju revo-ku melaju teriknya siang apalagi jalurnya kearah barat. Wah panasnya ‘kempleng-kempleng’.
Sampai di Maospati tangki bensin kuisi dua puluh ribu, busyet si petugas pom ngisinya sambil ngobrol sama temannya hingga tak tau kalo tangki penuh dan luber. Ya sudahlah lanjutkan perjalanan. Magetan – Ngawi ramai apalagi di alas Mantingan bertemu dengan truk-truk, dan bis-bis arus balik yang menuju Jakarta, karena biasanya bis dari Jawa Timur berangkat ke barat sekitar jam sebelas siang sampai jam satuan. Tetep deh gas pol. Masuk Jawa Tengah di Sragen aku masuk jalur kota. Tujuanku lewat jalur alternative Gemolong jadi tak melewati Solo. Masuk Gemolong jalanya jalan kampung biasa melewati sawah dan bukit jalur ini nantinya akan tembus ke Salatiga. Sekitar jam tiga sore aku sampai di Karanggede, Boyolali, aku mampir di pom bensin untuk mengisi bensin karena skalanya sudah dibawah merah sekalian sholat ashar. Sekitar satu jam di Boyolali aku melaju lagi bebekku. Masuk Salatiga lalu Ungaran dan saat adzan magrib aku sampai di Simpang Lima Semarang. Perjalanan arus balik kali ini ditemani kendaraan yang didominasi mobil pribadi dan bis bis angkutan. Kalaupun pemotor Cuma ketemu plat lokal, saat masuk Jawa Tengah beriringan dengan plat AD, Saat sampai Salatiga dan kini Semarang platnya cuma H mulu. Tapi kadang-kadang ketemu sih plat B atau AE yang saling salip menyalip denganku. Lumayan ada teman diperjalanan. Komunikasinya dengan salip menyalip hehe. Memasuki waktu isya aku sudah berada di Alas Roban, Batang. Aku berbelok ke masjid, masjid ini sering aku singgahi saat perjalanan mudik. Walau tak sengaja menuju masjid tertentu sering aku selalu singgah di masjid yang pernah aku singgahi sebelumnya. Setelah menjama’ magrib dan isya’ kuisi perutku dengan sebungkus pop mie lalu rebahan sebentar sambil main hp sendiri. Ya sendiri karena pemudik yang lain bergerombol bersama keluarganya untuk yang pake mobil. Kalau yang sama-sama pemotor mereka bersama teman-temannya. Namun ada juga beberapa yang melakukan perjalanan mudik sendiri sepertiku.
Next. Sekitar jam 8 bebekku melaju lagi. Tapi baru beberapa menit berlalu terdengar suara “bruaaaakkkkk” kuliahat samar-samar sebuah motor dan penumpangnya terpental ditabrak sebuah mobil dari jalur kanan yang hendak putar arah. Jantungku berdegub kencang agak ‘down’. Aku tak berhenti untuk melihat yang terjadi, karena pasti banyak orang yang akan menolongnya karena dekat dengan pemukiman ramai. Aku masih menata nyaliku sambil mengurangi kecepatan motorku. Dalam hati aku hanya berharap semoga korban selamat. Malam semakin gelap dan gerimis mulai turun. Aku mulai stabil lagi kecepatan sudah diatas 60 km/jam, tapi hujan semakin deras. Kurasakan tubuhku telah basah. Jalanan masih ramai apalagi truk dan bis-bis yang tak peduli menyipratkan air yang menggenang kearahku. Memasuki Pemalang aku mulai menepi dan berhenti diteras sebuah toko yang tutup. Banyak pemotor yang menghentikan perjalanannya karena hujan. Entah itu beristirahat di masjid, depan toko, warung makan atau apa sajalah yang penting bisa buat berteduh.
Jam sebelas malam hujan mulai reda, aku menyusuri lagi jalanan pantura yang basah. Salip menyalip dengan bis-bis dan para pemotor yang mulai ramai. Gas pol terus, tapi memasuki Cirebon mata mulai tak bisa dikendalikan. Jam setengah satu. Aku membelokkan motor memasuki halaman masjid. Kalau musim mudik begini banyak jasa parkir di pom bensin atau masjid. Tapi aku lebih nyaman beristirahat di masjid. Sekitar satu jam merebahkan badan, tapi mungkin cuma sepuluh menitan mata ini terpejam. Tak apalah yang penting sudah tak ngantuk. BERBAHAYA. Masih sepertiga perjalanan, aku melaju motorku menembus angin malam yang super dingin. Tapi dingin itu seperti ‘hilang’ saat sudah melaju dijalan raya. Balapan dengan kendaraan lain seperti memanaskan malam yang dingin. Sayangnya bebekku cuma bisa mentok diangka 100 km/jam. Waspada tapi aku punya target sholat subuh di Cikarang. Memasuki Kandanghaur jalanan mulai macet. Jalan yang seharusnya 2 jalur untuk roda empat telah berubah tiga jalur roda empat. Tapi itulah untungnya pakai motor, tak akan terjebak macet. Sudah terbiasa menerobos jalur diantara bis-bis, truk, dan mobil pribadi. Butuh nyali dan kelihaian supaya spion tidak nyangkut atau ‘tekor’ dengan menabrak kendaraan lain hehehe.  
Jam 4 sudah sampai Cikampek tapi kok mata malah berat ya. Haduhh…. Ya sudah mampir di pom bensin dulu. Isi bensin, minum seteguk air, dan beli dua buah gorengan. Tapi saat menggigit gorengan kedua terpaksa kumantahkan lagi. Hueekkk…. Rasanya sudah asam. Tentunya tanpa sepengetahuan penjual aku buang sisanya dibawah kakiku. Jaga perasaan yang jual hehehe. Oke perjalanan dilanjutkan sampai Karawang adzan subuh telah berkumandang. Lepas jalan baru lalu masuk Cikarang rasanya semangat berlipat. Sampai lagi di tanah kenyataan walau bukan tanah impian. CIKARANG. Sekitar jam lima lebih sedikit aku memasuki ‘kontrakan sweet kontrakan’. Alhamdulillah target tercapai, langsung sholat subuh sebelum keduluan matahari. 16 jam petualangan beraspal selesai, walau kali ini lebih lambat dari sebelumnya. Si Revo sudah tahun keenam ikut mudik. Tahun depan ikut lagi gak ya?

Selasa, 16 Juli 2013

Seindah Langit Biru - Wibi AE


Seindah Langit Biru
by Wibi AE
0 Colour Pages & 218 B/W Pages
Kategori: Kumpulan Cerpen
Harga: Rp 49000

'Tak selalu apa yang kita inginkan itu yang jadi kenyataan, bahkan mungkin sebaliknya sesuatu yang tak kita ingini itu yang malah terjadi'. 
SEINDAH LANGIT BIRU, buku ini berisi sebelas cerita pendek tentang liku-liku kehidupan anak manusia, cinta dan cita-cita dengan latar belakang religi islami. 
 
Untuk mendapatkan infonya klik disini
Buku ini bisa dipesan secara online
silahkan kirim pesan melalui email : admin@nulisbuku.com
Untuk melakukan pemesanan, silakan cantumkan nama dan alamat lengkap, serta nomor telepon yang dapat kami hubungi. Setelah itu akan dikirimkan biaya perinciannya.

Info lanjut bisa hubungi saya secara langsung di
email wibikhan@gmail.com atau
fb Wibi AE
atau whatsapp 081380413940

Harga belum termasuk ongkos kirim, paket dikirim dari JNE Surabaya
Untuk lebih hemat, bisa melakukan pesanan kolektif karena JNE membebankan biaya per kg, untuk 'SEINDAH LANGIT BIRU' bisa berisi 3 eks/kg.

 Buku ini berisi 11 cerpen
  1. BUKAN CINTA BIASA
  2. PERSAHABATAN TERINDAH
  3. TOGEL
  4. SINAR BELUM DATANG
  5. AKU PULANG
  6. PENGAMEN BUS KOTA
  7. PERDEBATAN DENGAN IBLIS
  8. SENANDUNG AYAT-AYAT CINTA
  9. SEINDAH LANGIT BIRU
  10. ABIKU BUKAN AYAHKU
  11. SANG LELAKI DAN JAKARTA
Mau baca sampelnya silahkan klik disini

Sampel 'Seindah Langit Biru'



SAMPEL halaman 19 -21



 “Kamu tahu Nei,…..”.

Suara Mas Bahri membuat aku kembali dari perasaanku yang terbang ke masa lalu.

“Aku sangat mencintaimu”. Mas Bahri meneruskan kalimatnya. Dan sudah tak bisa kuhitung berapa kali suamiku sudah mengatakan kata-kata itu padaku.

“Kemarin Papa mengatakan lagi padaku agar aku  mau menikah lagi”.

‘Menikahlah Mas, itu yang harus Mas lakukan’.

”Apa aku harus  menikah sementara wanita yang aku cintai tergolek tak berdaya disini”.

‘Ragaku memang tak berdaya, tapi iringan doaku selalu terlantun untukmu. Untuk anak-anak kita Mas’.

“Satu-satunya wanita yang telah memenuhi isi hatiku adalah kamu Nei, bangun Nei, aku dan anak-anak menuggumu”.

Mata Mas Bahri yang terhalang oleh lensa kaca mata tampak berkaca-kaca. Dan kurasakan pula pipiku basah oleh air mata. Mas Bahri  begitu  percaya dengan keajaiban itu. Keajaiban untuk aku bisa bangun lagi. Berdiri. Menyambut dia pulang kerja. Mengasuh anak-anak. Saling menyempurnakan peribadatan dunia akhirat, seperti doa pernikahan kami dahulu. Ya, Mas Bahri begitu yakin, akan tetapi keyakinanku tentang keajaiban itu telah memudar.

“Papa tadi juga bilang bahwa  berpoligami itu tidak dilarang dalam islam”.

‘Itu benar Mas. Tentu Mas lebih paham tentang hal itu’.

“ Mereka juga bilang tak baik hidup sendiri bagi seorang laki-laki, karena godaan setan bisa saja datang menjerumuskan”.

‘Itu juga benar khan Mas?’.

Aku terus berkomunikasi dengan  suamiku, walau hanya pembicaraan satu arah. Dan aku harap dia mampu menangkap ungkapan hatiku.

“Yang mereka katakan semua itu benar dan akupun tahu tentang itu. Jika sekarang aku menikahpun aku tahu kamu tak akan membenciku. Namun Nei, godaan setan itu tak seberapa dibanding cintaku pada Allah yang telah memberikan bidadarinya untuk menemani hidupku”.

Mas Bahri membuat aku semakin trenyuh. Mas Bahri begitu mencintaiku. Kata-kata dalam syairnya benar. Aku yang paling dicintainya setelah Allah dan RasulNya. Tak ada wanita lain dihatinya.

‘Menikahlah Mas’. Bisikku.

“Aku tak akan menikah lagi. Kau ingat pernah meminta padaku untuk tak menikah lagi kecuali jika kau sendiri yang memilihkan wanita lain untukku. Kau ingat itu Nei, dan aku masih memegang janjiku itu, walau aku tak pernah berniat menikah lagi setelah kau hadir dalam kehidupanku”.

Ya Allah, Mas Bahri masih ingat akan janjinya dulu, saat masa awal pernikahan kami. Dia seorang lelaki yang setia. Segala puji untuk-Mu ya Allah, Engkau telah menganugerahiku seorang yang tak ternilai untukku. Seorang yang senantiasa mencintaiku. Walau sekarang keadaanku tak lebih bagai mayat hidup. Entah bagaimana keadaan tubuhku sekarang. Apa aku semakin kurus dengan tulang-tulang yang semakin menonjol. Atau aku malah semain gemuk karena cairan infus yang tak berhenti mengalir ketubuhku. Aku tak pernah bisa melihat tubuhku. Hanya sesekali Sifa membiarkan aku melihat wajahku dicermin yang dibawanya saat merawat tubuhku. Wajah yang pucat. Tak ada rona segar yang terpancar darinya lagi. Apa Mas Bahri masih tertarik dengan wujudku seperti ini. Bukankah keutamaan seorang istri itu menyenangkan jika dilihat suaminya. Namun demikian, karena perawatan yang dilakukan Sifa, tak membuatku terlalu risih saat Mas Bahri berada didekatku.

‘Ya Allah beri aku kesabaran untuk menjalani segala takdir yang Kau berikan untukku. Aku tak ingin menyusahkan keluargaku dengan keadaanku seperti ini.


SAMPEL halaman 121 -123

“Bagaimana menurut Mas, Nyonya Mira itu?”. Tanya sopir pada Malik yang duduk disebelahnya. Tangannya masih sibuk menyetir.

“Dia perempuan yang baik sekali, dia sudah saya anggap seperti ibu saya sendiri”.

Malik hanya menjawab singkat. Matanya menerawang kedepan. Pada lalu lalang jalanan yang ramai.

“Ha….ha….. Ibu ?”. Laki-laki tua itu tertawa.

“Dia juga perempuan yang sangat menarik diusianya yang ketiga puluh sembilan, saya saja bisa ngiler jika memandanginya terus, apalagi kamu yang masih berdarah muda !”.

Sopir tua itu berkata lagi.

Malik diam, dia benar-benar tak suka pada arah pembicaraan Pak Amat. Sopir Tante Mira. Walau sebenarnya apa yang dikatakan Pak Amat memang benar. Tapi dia selalu berusaha menjaga pandanganya dari perempuan itu. Agar tak ada celah-celah yang bisa dimasuki setan untuk menggodanya.

“Nyonya itu sangat kaya Mas, dia bisa memberikan apa saja pada Mas”.

Pak Amat melanjutkan. Malik hanya tersenyum kecut, tak mengerti maksud kata-kata Pak Amat.

Mobil berbelok memasuki halaman sebuah rumah mewah.

“Masuklah Mas…!”. Ucap Pak Amat.

“Kenapa sepi begini, mana undangan yang lain ?”. Tanya Malik bingung. Katanya ada pesta ulang tahun. Tapi tak ada mobil lain di halaman.

“Sudah masuk saja, kamu sudah ditunggu”.

Pak Amat menyuruh Malik untuk langsung masuk. Malik melangkah.

“Selamat bersenang-senang anak muda”. Bisik Pak Amat.

Mata Malik menatap tajam pada Pak Amat. Apa maksud kata-kata sopir itu. Emosi anak jalanannya sempat muncul. Tapi kemudian dia sadar Pak Amat hanya orang tua yang kurus kering. Tak usah mengeluarkan jurus, sekali tendang pasti sudah roboh ke tanah. 

Malik disambut gembira didepan pintu oleh Mira. Gaun malam yang dipakainya benar-benar membuat Malik risih.

“Apa saya datang dihari yang salah ?”.

“Tidak Malik, Tante hanya ingin makan malam denganmu”.

Mira menuntun Malik keruang makan. Sebuah meja makan telah diatur untuk dua orang. Lampu dimatikan, hanya dua batang lilin yang menyala. Malik semakin bingung. Perasaannya tidak karuan. Jantungnya berdebar lebih dari biasanya. Selama makan Malik diam, hanya sepatah dua patah kata terucap saat Mira bertanya seputar hidangan dihadapannya. Muka Malik tertunduk, menghindari tatap mata Mira yang menurutnya sangat aneh.

“Dimana keluarga Tante, suami dan anak-anak Tante ?”. Malik bertanya tak lebih hanya sekedar basa-basi, mengusir kegundahan dalam hatinya.

“Kami sudah bercerai dan kedua anakku tinggal bersama ayahnya”. Mira menjawab dengan cuek tentang basa-basi Malik.

 Mira mendekati Malik perlahan, membuat Malik semakin kikuk.

“Dan putra sulungku seusiamu, Malik”.

Kata-kata itu membuat Malik agak lega. Karena perempuan yang dipanggilnya Tante Mira itu menganggap Malik seperti anaknya. Tapi kelegaan itu hanya sebentar. Keringat dingin keluar dari tubuh Malik, saat Tante Mira menyentuh pipinya. Dan terus mendekat.

“Aku kesepian Malik, aku ingin kamu membahagiakanku dihari ulang tahunku ini”. Mira terus mendekat.

Darah Malik mengalir lebih cepat. Jantungnyapun berdetak lebih keras. Belum pernah dia sedekat ini dengan perempuan kecuali ibunya dan Fatma, gadis kecilnya. Walau usia Mira dua kali lipat darinya, Malik juga seorang lelaki yang sudah beranjak dewasa. 

kunjungi cara pembeliannya http://www.cakrabuanaku.blogspot.com/2013/07/seindah-langit-biru-wibi-ae.html

Sabtu, 13 Juli 2013

MUDIK DENGAN SEPEDA MOTOR



narsis dulu di semarang
Bulan Ramadhan telah tiba. Tapi yang mau dibicarakan kali ini bukan tentang puasanya, tapi tentang akhir Ramadhan yaitu lebaran. Dan yang identik dengan lebaran adalah musim mudik. Mudik menjadi tradisi umat muslim yang sangat fenomenal di Indonesia setiap tahunnya. Hampir 20 juta orang akan pulang dari tempatnya hidup dan bekerja ke kampung halamannya. Mereka akan merayakan Idhul Fitri bersama keluarganya. Migrasi besar-besaran akan terjadi dalam moment ini. Para perantau secara hampir bersamaan akan bergerak ke daerah tempat asalnya. Apa yang terjadi? Tentu saja sebuah keramaian yang luar biasa di jalur mudik yang mereka lewati. Para pemilik jasa transportasi akan menaikan harga tiketnya untuk meraup keuntungan besar. Apalagi tahun ini lebaran hampir bersamaan dengan kenaikan harga BBM yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Tapi hal itu tak akan mengurangi semangat para perantau untuk mudik. Ada kepuasan tersendiri bagi para perantau ketika saat lebaran mereka bisa berkumpul bersama orang tua, sanak saudara dan handai taulan lainnya. Jadi harga tiket yang melambung kemacetan panjang yang menghadang, bukanlah halangan. Bagi yang merasa finansialnya pas-pasan mungkin akan mudik menggunakan sepeda motor. Itupun untuk mereka yang punya mental kuat menghadapi beratnya jalur mudik yang akan dilalui.
Disini saya akan berbagi pengalaman tentang menggunakan sepeda motor saat mudik. Alhamdulillah, Insya Alloh lebaran kali ini adalah tahun keenam saya ‘touring’ melintasi pantura bersama bebek kesayangan saya.

Kota yang saya tuju adalah Madiun di Jawa Timur
Jalurnya adalah
Cikarang – Karawang – Cikampek – Pamanukan Subang – Cirebon -  Indramayu – Brebes – Tegal – Pemalang – Pekalongan – Batang – Kendal – Semarang – Ungaran – Salatiga – Boyolali – Solo – Sragen – Mantingan – Ngawi – Maospati Magetan – Madiun
Untuk Yang jalur Surabaya
Dari Semarang menuju arah ; Demak – Kudus – Rembang – Tuban – Babat – Lamongan – Gresik – Surabaya

Tips Mudik Sepeda Motor
Tips ini mungkin tak berlaku bagi mereka yang punya club motor yang tiap harinya sudah akrab dengan touring kemana-mana
  • Persiapan sebelum berangkat
    • Persiapan Motor ; pastikan kendaraan dalam keadaan oke dengan melakukan servis lengkap, ganti oli dan bahan bakar full tank.
    • Persiapan Safety : pake jaket plus rompi, sarung tangan, sepatu, helm full face, dan masker. Boleh juga menyiapkan jas hujan.
    • Persiapan mental dan fisik : tidur cukup sebelum berangkat agar badan bugar, boleh memantau informasi mudik tapi jangan fokus pada berita-berita kecelakaan agar pikiran tak terbebani.
    • Persiapan lain-lain : uang pastinya, identitas lengkap misal: KTP, SIM, STNK, obat tetes mata, kalau tak mau beli dijalan bisa menyiapkan makanan dan minuman ringan ataupun multivitamin untuk menjaga energi tubuh.
  • Berangkat dengan berdoa terlebih dahulu
  • Jika berkonvoi sebaiknya ada koordinator depan dan belakang,  
  • Jika ngantuk HARUS ISTIRAHAT, cari tempat yang paling nyaman untuk istirahat masjid misalnya, tentunya sekalian menunaikan kewajiban sholat jika sudah masuk waktu sholat.
  • Patuhi rambu-rambu lalu lintas
  • Perhatikan papan penunjuk arah jalan jika lupa dengan jalur yang dilalui
  • Kondisikan isi tangki bahan bakar supaya tak benar-benar habis dan mogok.
  • Selalu waspada karena bukan kita sendiri yang menggunakan jalan raya
my bebek

SELANJUTNYA 
HATI-HATI 
DAN SELAMAT BERKUMPUL BERSAMA KELUARGA ANDA