Sabtu, 05 April 2014

Apa itu Impetigo?

Hal ini terutama disebabkan oleh Staphylococcus''''aureus, dan kadang-kadang oleh Streptococcus pyogenes''''. Menurut American Academy of Family Physicians, baik bulosa dan nonbullous terutama disebabkan oleh Staphylococcus aureus'''', dengan Streptococcus''juga sering terlibat dalam bentuk nonbullous''. "
Impetigo umumnya muncul seperti madu berwarna keropeng terbentuk dari serum kering, dan sering ditemukan pada lengan, kaki, atau wajah. Impetigo juga menyebabkan gejala seperti flu yang dapat menyebabkan kelelahan, kelemahan otot, sakit kepala dan muntah.

Impetigo bulosa

Impetigo bulosa terutama mempengaruhi bayi dan anak-anak muda dari 2 tahun. Hal ini menyebabkan rasa sakit, lepuh berisi cairan - biasanya di lengan batang, dan kaki. Kulit di sekitar melepuh biasanya merah dan gatal tapi tidak sakit. Lepuh, yang melanggar dan berkeropeng atas dengan kerak berwarna kuning, mungkin besar atau kecil, dan dapat berlangsung lebih lama dari luka dari jenis lain impetigo.

Ecthyma

Ecthyma adalah bentuk yang lebih serius impetigo di mana infeksi menembus lebih dalam ke dalam lapisan kedua kulit, dermis. Tanda dan gejala termasuk:
  • Cairan-atau menyakitkan berisi nanah luka yang berubah menjadi borok yang dalam, biasanya pada kaki dan kaki
  • A, keras tebal, abu-abu-kuning kerak menutupi luka
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di daerah yang terkena
  • Lubang-lubang kecil ukuran pinheads dengan ukuran sen muncul setelah surut kerak
  • Bekas luka yang tetap setelah menyembuhkan bisul

Pengobatan

Untuk generasi, penyakit ini diobati dengan penerapan gentian violet antiseptik. Hari ini, antibiotik topikal atau oral biasanya diresepkan. Pengobatan mungkin melibatkan mencuci dengan sabun dan air dan membiarkan impetigo kering di udara. Kasus ringan dapat diobati dengan salep bakterisida, seperti asam fusidic, mupirocin, kloramfenikol atau Neosporin, yang di beberapa negara mungkin tersedia over-the-counter. Kasus yang lebih parah memerlukan antibiotik oral, seperti dicloxacillin, flukloksasilin atau eritromisin. Atau amoksisilin dikombinasikan dengan kalium klavulanat, sefalosporin (1 generasi) dan banyak orang lain juga dapat digunakan sebagai pengobatan antibiotik.

sumber : http://www.news-medical.net/health/What-is-Impetigo-%28Indonesian%29.aspx

Impetigo Atau Suleten

Setahun usia Ara dapet sebuah kado. Bukan kado yang membuat senang tapi membuat sedih hati semua orang tua. Putri kesayanganku itu terkena impetigo. Awalnya sih ada luka di lengan Ara, seperti gigitan semut. bentuknya seperti lepuhan kecil. Tapi yang bikin heran bagian tengahnya mengering tapi bagian tepinya semakin melebar. Sebelumnya belum 'ngeh' penyakit apa. Praduga kemungkinan terkena infeksi cacar air. Ketika dibawa ke dokter umum di diagnosa cuma terkena kuman karena kurang terjaga kebersihan badan dan lingkungannya. What??? dikira kita orangnya 'kemproh' gitu. 
Ya sudahlah, mulai hari itu kita lebih intensif lagi menjaga kebersihan. Kasur, bantal, guling, selimut semua dijemur tiap hari. Baju-baju Ara juga disetrika bagian dalamnya. Dua hari menjelang tak ada perbaikan, lepuhan itu semakin membesar berisi cairan. Dan bintil-bintilnya makin menjalar, makin gak tega melihatnya. Setelah dibawa kedokter dikasih salep dan si dokter juga bilang itu infeksi kuman, tanpa menyebut itu penyakit apa. Padahal setelah aku gogling kemungkinan itu adalah impetigo. Kalau nenek moyang kita mengatakan itu suletan penyebabnya karena ada popok atau perlengkapan bayi yang terbakar. Hadeuhh... ga masuk akal ya. Akhirnya setelah seminggu tak ada perubahan aku minta rujukan ke spesialis kulit ( maklum masih pasien Jamsostek/BPJS ). Benar dugaanku, diagnosis dokter spkk ini mengatakan Ara terkena impetigo. 
Berbekal dari dokter Ara dirawat dirumah dengan obat salep, revanol, antibiotik dan sabun. Gelembung-gelembung ditangannya aku 'operasi' sendiri, dengan jarum yang disterilkan dengan api dan revanol, menyerap cairannya dengan kasa steril agar tak menjalar kemana-mana, setelah itu baru di oles salep. Dan alhamdulillah, dua tiga hari luka-luka itu mulai mengering.

Lebih lanjut apa itu impetigo, baca disini :
http://cakrabuanaku.blogspot.com/2014/11/apa-itu-impetigo.html